tujuhbelas.id, KUTAI KARTANEGARA – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 122 tahun 2024 di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang menyasar pembangunan sumber air pertanian yang berada di Dusun Rapak Rejo. Pembangunan ini mengatasi kesulitan para petani yang tergabung di Kelompok Tani (Poktan) Karya Usaha yang berada di Dusun Rapak Rejo bisa mengolah lahan pertanian pada saat musim hujan sehingga para petani hanya bisa panen satu hingga dua kali dalam setahun.
Ketua Poktan Karya Usaha, Amiruddin mengatakan dengan adanya pembangunan sumur bor sebagai sumber air untuk mengaliri sawah. “Kami berharap bisa bercocok tanam tanpa harus kekurangan air karena kami selama ini bercocok tanam dengan mengandalkan hujan sehingga hasil yang diperoleh sangat tidak sesuai dengan harapan,” jelasnya. Jum’at 4/10/24.
“Semoga dengan adanya sumur bor yang dibuat untuk mengairi sawah sebagai sumber air dapat meningkatkan produktivitas padi sehingga kesejahteraan kami selaku petani dapat meningkat,” sambungnya.
Babinsa Kerta Buana Serka Mustofa menyampaikan bawa ada 4 unit sumur sebagai sumber air pertanian yang akan dibangun untuk mengairi lahan seluas 29 hektar yang tersebar di area pertanian di Desa Kerta Buana. “Untuk meningkatkan produktivitas pertanian sehingga kesejahteraan para petani dapat meningkat,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari upaya sinergi antara TNI dan rakyat untuk menciptakan ketahanan pangan. “Kami ingin membantu petani untuk mendapatkan akses yang lebih baik sehingga para petani akan mudah dalam mengolah lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian,” tutupnya. (*/tb1/rhi)






