tujuhbelas.id, BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM menggelar kegiatan bertajuk “Sharing Session: Memperkuat Pondasi UKM untuk Naik Kelas dan Berdaya Saing”. Acara yang berlangsung di Gedung UKM Galeri Balikpapan ini ini dihadiri secara langsung oleh 40 pelaku UKM dari Kota Balikpapan serta 55 peserta daring dari berbagai wilayah Kaltim.
Kegiatan in secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih melalui Kabid Perdagangan Ali Wardana. Dalam sambutan dirinya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat fondasi UKM agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
“Kehadiran Bapak/Ibu sekalian menunjukkan komitmen kita bersama dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan fondasi dan sinergi antara UKM dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” ucapnya.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UKM terhadap PDB Indonesia konsisten di atas 60%. Namun, tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam hal transformasi digital, pemenuhan standar, dan akses pasar yang lebih luas.
Heni menyoroti dua peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh pelaku UKM, yaitu kebijakan P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri) dan digitalisasi perizinan melalui SIINAS (Sistem Informasi Industri Nasional).
“Nilai belanja pemerintah dan BUMN yang harus memprioritaskan produk dalam negeri mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahunnya. Sayangnya, partisipasi UKM dalam program ini masih jauh dari potensi ideal,” jelasnya.
Selain itu, survei nasional menunjukkan bahwa adopsi platform digital untuk perizinan usaha oleh UKM masih di bawah 30%. Padahal, SIINAS dapat memangkas birokrasi dan meningkatkan efisiensi operasional.
Dalam sesi tersebut, Heni menegaskan tiga hal pokok yang harus menjadi perhatian UKM yakni, Sertifikasi TKDN sebagai tiket masuk ke rantai pasok formal, pemanfaatan SIINAS untuk digitalisasi pelaporan dan perizinan, serta sinergi antara pemerintah, praktisi, dan pelaku usaha sebagai kekuatan utama untuk mendorong UKM naik kelas.
Selain itu harapan besar agar UKM di Kalimantan Timur semakin berdaya saing dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Heni juga mengajak untuk menjadi pembelajar aktif dan memanfaatkan setiap insight dari para narasumber. “Sudah waktunya membangun fondasi yang kokoh, untuk tidak hanya sekadar bertahan, tetapi untuk tumbuh, berkembang, dan memenangkan persaingan,” tutupnya. (adv/dppkukmkaltim/tb1/dyt)






